Rabu, 28 November 2007

Investasi juga Asuransi

Mungkin ada dari beberapa teman kita yang pernah bekerja di perusahaan Forex seperti Maxgain, Graha finesha (yang terlibat masalah tentang perekrutannya), atau lainnya, biasanya mereka adalah fresh graduate, yang baru baru di PHK ataupun orang yang telah habis masa kontraknya di tempat kerjanya yang lama.. Mungkin juga itu merupakan suatu bentuk sosialisasi agar semua orang tahu bagaimana bermain di indeks saham gabungan hongkong itu.., mungkin yah itu suatu bentuk pembelajaran yang positif untuk masyarakat kita bisa juga negatif kalau hanya gambling tanpa skill management Risk dari para brokernya..
Lalu saat ini kita melihat begitu banyaknya Perusahaan Asuransi yang juga Investasi, yang menurut para broker, mereka juga bermain di forex atau saham gabungan hongkong itu, entah benar atau tidak ??, jika benar artinya secara tidak langsung mereka mempertaruhkan uang para nasabahnya dong.., tapi mungkin lebih kecil resikonya daripada kita yang langsung bermain disitu, saya sendiri tidak tahu, apakah saya harus memisahkan Asuransi keluarga di produk yang murni Asuransi (dengan resiko uang yang sudah disetor akan hangus jika tidak adanya klaim), dan mencoba berinvestasi di tempat lain seperti reksadana atau lainnya yang bunganya mungkin lebih besar dari pada saya ikut Asuransi Link tersebut.
mungkin saya harus mencari informasi lebih jauh lagi mengenai hal ini.

Cerita di balik kecelakaan


Rama Arya Duta bukan hanya sedih ketika ayahnya meninggal. Ada semacam kecemasan yang tumbuh diam-diam. Ia menghadapi masalah keuangan. Pekerja swasta itu mengaku baru saja "habis-habisan" membayarkan uang sekolah bagi dua anaknya. Kantongnya benar-benar kempes. Ketika ayahnya meninggal itu, tentu ia diperhadapkan pada kenyataan harus menyiapkan sejumlah dana dalam tempo secepatnya. Jalan yang paling mudah adalah menjual perhiasan istrinya . Memang, pada saat pemakaman, datang bantuan dari handai-taulan dan warga, tapi tidaklah mencukupi dan ia masih tetap harus merasa berutang kepada sang istri yang telah merelakan perhiasannya.
Seminggu setelah pemakaman, Ia baru tahu kalau ayahnya ikut program sebuah asuransi. Segera ia melaporkan bahwa sang ayah sudah meninggal kepada pengelola asuransi, Rama diminta datang ke kantor dengan membawa sejumlah surat sebagai persyaratan untuk mengklaim asuransi. Urusan itu berlangsung sampai seminggu, karena menunggu surat keterangan dari RT/RW, kelurahan dan lain sebagainya.
Setelah selesai mengurus ini-itu, Rama mendapatkan uang klaim dari asuransi yang jumlahnya 500 Juta. "Wah.. ini seperti sebuah hadiah buat saya sekeluarga. Bapak seperti meninggalkan warisan yang mengejutkan," katanya. Maka bukan saja perhiasan buat istri yang bisa ia beli lagi, tapi juga masih ada uang berlebih untuk biaya tambahan anak sekolah."Sejak itu saya jadi berpikir, ayahku saja yang jarang sekali berpergian, ikut asuransi kecelakaan malah saya yang sering berpergian, tidak diikutkan.
Sejak saat itu saya langsung ikut menjadi member , “apalagi saya belum bisa memberikan warisan buat keluarga" katanya mantap.